Penulis

subarkah

NAMA : SUBARKAH
NIP : 19711101 199903 1 003
Pangkat / Gol : Pembina / IVa
Tempat Tanggal Lahir : Lumajang, 1 Nopember 1971
Jenis Kelamin : Laki-laki
Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 SINGGAHAN TUBAN

Alumni Pendidikan Ekonomi FKIP UNEJ Tahun 1993

Momentum Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) yang digulirkan Pemerintah beberapa tahun yang lalu dan kembali diujikan serentak pada bulan Juli 2015 untuk guru SD dan SMP serta bulan Oktober bagi Guru SMA, selalu membawa hasil yang membikin miris telinga tentang rendahnya Kualitas Guru di Indonesia. Hal ini merujuk pada belum tercapainya empat Kompetensi Guru yaitu Kompetensi Profesional, Kompetensi Paedagogik, Kompetensi Personal dan Kompetensi Sosial. Sebagai Guru, penulis juga merasa prihatin karena intinya bahwa kami juga termasuk didalamnya. Berontak memang, tapi itulah fakta yang terlanjur ditorehkan dan diopinikan publik di media massa ataupun di media audiovisual.
Realitas yang sudah terbangun rapuh itu kembali menjadi lingkaran setan ketika mengawali mengemban tanggung jawab sebagai guru yang diberi beban menyampaikan materi Karya Tulis bagi teman sejawat di Kabupaten Tuban. Saat berbagi (share) dengan beberapa guru untuk menjawab pertanyaan “Adakah diantara peserta diklat yang sudah memiliki Pangkat Golongan IVb…?. Lebih dari 60% peserta diklat mengacungkan tangan dengan malu malu. Kemudian berlanjut dengan share tentang tanggung jawab membuat Karya Tulis minimal 3 buah untuk mendapatkan angka kredit minimal 12, kembali penulis mengajukan pertanyaan “Adakah diantara peserta seminar yang pada saat mengajukan Penilaian Angka kredit, membuat karya tulis hasil olahan dari kreatifitas berfikir sendiri…?”, tidak satupun peserta diklat yang mengacungkan tangan.
Fatamorgana ini kembali membisa setelah hampir 16 tahun mengabdi menjadi seorang guru dan berbagi (share) dalam beberapa kegiatan ilmiah di beberapa sekolah di Indonesia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang memfasilitasi Penulis dalam kegiatan Pertemuan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN), membuka kembali pedihnya mata kami bahwa kualitas guru di daerah memang juga lebih parah lagi. Hampir 100% guru ketika mengajukan Angka Kredit dari IVa ke IVb, menyatakan persyaratan Karya Tulis yang diajukan adalah hasil dari ndandakne di penjahit, istilah jawa yang sering dilontarkan untuk menyatakan karya tulis bukan karya pribadi, tetapi minta tolong pada mereka yang dianggap ahli meloloskan karya tulis tersebut sebagai syarat mengajukan PAK.
Tetapi kami tidak serta merta men Justifikasi semua kualitas guru di Indonesia rendah, karena ada fakta yang bisa menjadi realita bahwa dalam perjalanan Share kami di arena Pertemuan Ilmiah Guru Nasional di Tenggarong Kalimantan Timur, Di Cibodas Jawa Barat, di Jepara Jawa Tengah, di Seloliman Trawas Jawa Timur, di Bangka Belitung, Di Medan Sumatera Utara, di Bontang Kalimantan Timur, di Bulukumba Sulawesi Selatan, di Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan di Tasikmalaya Jawa Barat, dan beberapa daerah di Indonesia, kami menemukan banyak guru yang memiliki ide kreatif dan orisinil yang mampu menepis bahwa tidak semua guru di Indonesia memiliki kualitas yang rendah. Banyak sekali karya-karya guru yang saya temui telah dipresentasikan diajang Kompetisi Ilmiah Nasional.
Dalam kurun waktu 16 tahun mengabdi itulah, setelah melalui proses panjang dalam kawah candradimuka nya kompetisi ilmiah yang menggodok kami menjadi guru yang terus menerus ingin belajar, kami ingin Give (Memberi) sedikit pengalaman untuk membuat karya tulis yang bisa diterima dan diakui oleh pemerhati pendidikan di Indonesia. Subyektif memang jika kita merasa bahwa tulisan kita itu akan menjadi perfect bagi guru di Indonesia, tapi itulah yang coba kami Give and Share kan dengan harapan bisa meminimalisir potret buram rendahnya kualitas guru di Indonesia
Strategi Give and Share juga kami tawarkan ketika kami berusaha meningkatkan kepercayaan diri siswa di pedesaan (kami mengabdi di SMA Negeri 1 Singgahan Tuban), untuk bersama sama belajar melakukan kegiatan penelitian dan mendapatkan legalitas atau pengakuan dalam kompetensi ilmiah dan dipresentasikan dalam beberapa Lomba Karya Tulis Ilmiah di Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi dan Lembaga Swadaya Masyarakat di Jawa Timur. Atas bantuan dan kerjasama dari rekan-rekan kami yang luar bisaa di SMA Negeri 1 Singgahan, melalui keringat, peluh dan air mata, kami mampu mengantarkan siswa desa kami meraih 24 kali Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah di Provinsi Jawa Timur, dan 2 kali menjadi Peneliti terbaik di tingkat Nasional.

Selengkapnya . . .